Kisah ini terjadi hampir 3 tahun yang lalu. Suatu sore aku mampir ke warung burjo (bubur kacang ijo) langgananku, makan nasi telor plus es jeruk muda (jeruk yang masih muda) kesukaanku. Waktu aku makan hujan kembali mengguyur kota jogja yang nampaknya hari itu memang gak ada panas sama sekali. Ditemani penjaga warung yang menurutku lucu itu (dia sering membuat guyonan garing), kita ngobrol macem2 tentang masa depan.
Saturday, October 15, 2011
Friday, October 14, 2011
Buku Jendela Dunia
Ketika SD dulu saya selalu mendapatkan "doktrin" seperti itu oleh guru. Beliau mengatakan bahwa jika mau pergi melihat dunia kita tidak perlu sampai harus mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk keliling dunia. Cukup pergi ke perputakaan sekolah dan memilih belahan dunia mana yang akan kita tuju. Dan sejak saat itulah saya menjadi bersemangat karena apa yang dikatakan oleh beliau ternyata memang benar. Saya pun bisa melihat dunia cukup dengan uang Rp.100,- tanpa perlu mengeluarkan jutaan rupiah.
Subscribe to:
Posts (Atom)

