Beberapa hari yang lalu bangsa ini telah disibukkan oleh
berbagai macam aksi penolakan kenaikan harga BBM. Dalam aksi tersebut kerap
dipekikkan bahwa kenaikan BBM adalah kebijakan negara yang telah disusupi paham
neo-liberalisme, sebuah paham yang menurut mereka lebih menitik-beratkan segala
macam kebijakan negara pada tuntutan pasar ekonomi global. Tidak hanya itu
neo-liberal juga dituding sebagai biang dari ketidakmerataan kesejahteraan yang
dinikmati oleh warga negara. Ada yang meyebut bahwa bangunan kesejahteraan
negara ini seperti piramida. Di bagian paling atas, yaitu 10% orang Indonesia
adalah mereka yang disebut sebagai konglomerat, menikmati kesejahteraan bangsa
sebesar 60%. Di bagian tengah, yaitu 30% orang dengan kategori kelas menengah
menikmati kesejahteraan negara hanya sampai 30%. Dan sisanya, yaitu bagian
terbawah, yaitu sebanyak 60% dari total manusia negara ini hanya menikmati 10%
saja kesejahteraan negara.
Thursday, April 12, 2012
Tuesday, March 27, 2012
PENDEKATAN INSTITUSIONAL DALAM MERUMUSKAN KEBIJAKAN PUBLIK (SEBUAH KAJIAN TEORITIS)
GAMBARAN KONSEPTUAL
Subscribe to:
Posts (Atom)
